INDRAMAYU — SMK NU Haurgeulis menggelar kegiatan pembinaan karakter bertajuk “Membentuk Generasi Panca Waluya yang Hebat” di lingkungan sekolah, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk membentuk generasi muda yang berkarakter kuat, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki wawasan kebangsaan dan rasa cinta tanah air.
Melalui pembinaan ini, para siswa diajak untuk mengembangkan integritas, semangat belajar, kepedulian sosial, kemampuan beradaptasi, serta keberanian menghadapi berbagai tantangan pada masa mendatang.
Kegiatan tersebut juga mencerminkan sinergi antara dunia pendidikan dan TNI Angkatan Darat dalam mendukung pembentukan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki moral, etika, dan semangat kebangsaan.
Danramil 1615/Haurgeulis, Kapten Inf Dadang Iskandar, mengatakan bahwa masa sekolah merupakan periode penting dalam membentuk kepribadian generasi muda.
“Generasi muda merupakan aset bangsa. Melalui pembinaan karakter yang baik, para siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki rasa cinta tanah air yang kuat, ” ujarnya.
Ia mengingatkan para siswa agar selalu menaati tata tertib sekolah, menghormati guru dan orang tua, serta menjauhi berbagai perilaku negatif yang dapat merusak masa depan.
“Disiplin harus dimulai dari hal-hal sederhana, seperti datang tepat waktu, belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga pergaulan, dan bertanggung jawab terhadap setiap tugas. Kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten akan membentuk karakter yang kuat, ” katanya.
Kepala SMK NU Haurgeulis mengapresiasi dukungan TNI dalam memberikan pembinaan dan motivasi kepada peserta didik.
“Sinergi antara sekolah dan TNI sangat penting dalam memperkuat pendidikan karakter. Kami berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, akhlak mulia, dan semangat kebangsaan dalam diri para siswa, ” tuturnya.
Perwakilan siswa mengaku memperoleh motivasi dan pemahaman baru mengenai pentingnya karakter dalam meraih cita-cita.
“Kegiatan ini mengajarkan kami bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademis, tetapi juga oleh disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan kemauan untuk terus belajar. Kami akan berusaha menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, ” ujarnya.
Dandim 0616/Indramayu, Letkol Arm Tulus Widodo, S.E., M.Han., menyampaikan bahwa pembinaan generasi muda perlu mencakup aspek pengetahuan, mental, moral, dan spiritual.
“Generasi Panca Waluya yang kita cita-citakan harus memiliki integritas, patriotisme, kemampuan beradaptasi, dan kepedulian terhadap lingkungan. TNI siap mendukung dunia pendidikan dalam membentuk generasi penerus yang berkualitas, ” tegasnya.
Menurutnya, pendidikan karakter merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, pemerintah, TNI, dan seluruh elemen masyarakat.
“Para siswa harus dipersiapkan agar tidak hanya cerdas, tetapi juga mampu menggunakan pengetahuan dan keterampilannya untuk memberikan manfaat kepada masyarakat, bangsa, dan negara, ” katanya.
Danrem 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, S.I.P., M.I.P., M.Han., menyampaikan bahwa pembinaan karakter merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
“Sinergi antara sekolah dan TNI diharapkan dapat melahirkan generasi penerus yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki moral, etika, kedisiplinan, dan semangat pengabdian kepada bangsa, ” ujarnya.
Pangdam III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Panca Waluya bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan melalui sikap dan perilaku. Jadilah generasi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cerdas, terampil, disiplin, serta memiliki wawasan kebangsaan, ” katanya.
Ia juga mengajak para siswa untuk terus belajar, meningkatkan keterampilan, dan berani meraih prestasi.
“Kalian adalah harapan bangsa. Gunakan masa muda untuk membangun kemampuan, menjaga pergaulan, menghormati orang tua dan guru, serta memberikan kontribusi positif bagi sekolah, keluarga, masyarakat, dan negara, ” ujarnya.
Kegiatan berlangsung tertib, aman, dan penuh antusiasme. Melalui pembinaan tersebut, para siswa SMK NU Haurgeulis diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai Panca Waluya dalam kehidupan sehari-hari serta tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, dan berwawasan kebangsaan. (PERS)

Updates.